Walau Sudah Status Tersangka Korupsi, Polisi Belum Melakukan Penahanan Terhadap YW

Radio Maritim Online, Kota Cirebon – YW pejabat DPUPR akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 599 juta,hal ini diungkapkan Roland Ronaldy Kapolresta Cirebon diKonferensi pers senin 15/01 2019 dihalaman mako Ciko.

“Proyek yang diselewengkan YW adalah pekerjaan jalan, jelasnya di Jalan Rinjani Raya Bromo dan Jalan Mahoni Raya Kota Cirebon”.

Menurut Roland YW pada saat pekerjaan tersebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). sudah ada 33 saksi yang telah memberikan keterangannya, BPKP, dan LKPP sudah lengkap katanya.

modus yang dilakukan YW ujar Roland, yaitu mengurangi volume dari ketebalan hotmix saat pengaspalan dan melakukan kontrak yang tidak sesuai prosedur dari lelang pengadaan,artinya yang bersangkutan juga dalam pengerjaanya melanggar spek atau tidak sesuai RAB dari yang sudah ada ,dan dalam kasus ini negara merugi 205 juta .

Roland menambahkan , untuk pihak lain yang terlibat masih dalam pengembangan. Yang jelas, kata dia, ada dari pihak swasta atau kontraktornya. Saat ini, kata dia, pihak swasta masih dalam pemeriksaan dimana kalau ada indikasi juga akan ditetapkan sebagai tersangka jelasnya.

Masih kata Roland , tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lainnya ke tingkat Pejabat pengguna anggaran (PPA) ,Pihaknya sendiri sampai saat ini sudah memeriksa 33 orang saksi dalam kasus ini ,dan sudah mengirimkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Berkas itu sempat kembali ke Polres Ciko untuk dilengkapi dengan keterangan saksi ahli terangnya.

Roland mengakui sampai saat ini belum melakukan penahanan terhadap tersangka dikarenakan tersangka kooperatif dan tidak akan melarikan diri paparnya. ( Lie )

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/walau-sudah-status-tersangka-korupsi-polisi-belum-melakukan-penahanan-terhadap-yw/