Tim Gabungan Paslon OKE Tuntut Ulang Pilkada Kota Cirebon

Radio Maritim Online – Tim gabungan paslon Oke menggelar konferensi pers Sehubungan dengan telah ditemukannya pelanggaran hukum atas mekasnisme pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon 2018-2023.

Tim gabungan yang diwakili oleh Dani Mardani disekber Paslon Oke kamis 28/06  menegaskan  akan segera membuat laporan atas kejadian ini, Dani  menyampaikan kronologis kejadiannya.

“Bahwa telah ditemukan sebuah peristiwa dimana seluruh Kotak Suara (TPS) yang seharusnya diserahkan oleh KPPS ke PPK (Kantor Kecamatan), namun pada kenyataannya seluruh Kotak Suara (TPS) diserahkan ke PPS (Kantor Kelurahan) se

Kota Cirebon. Kemudian telah ditemukan juga ada beberapa kotak suara (TPS) yang ‘TERSEGEL’  telah ‘DIBUKA’ secara tidak sah/ilegal seperti pada tempat kejadian perkara sebagai berikut :

Kelurahan Kesenden (l9 Kotak Suara TPS) Kelurahan Panjunan (l Kotak Suara TPS) Kelurahan Drajat (l6 Kotak Suara TPS) Kelurahan Kesambi (4 Kotak Suara TPS) Kelurahan Kejaksan (2 Kotak Suara TPS) Kelurahan Jagasatru (l Kotak Suara TPS) Kelurahan Kasepuhan (l Kotak Suara TPS) KelumhanArgasunya (l Kotak Suara TPS)

Dengan jumlah total keseluruhan 45 TPS yang dimaksud tersebut telah melakukan proses mekanisme yang telah melanggar PKPU No 8 Tahun 2018.

Masih kata Dani Sampai bahwa dengan adanya PressRelease ini disampaikan, masih ada kemungkinan Kotak Suara TPS di tempat lain yang juga telah ‘DIBUKA’ tanpa sepengetahuan kami dan ini berdasarkan pengakuan Ketua KPPS di TPS 15 & TPS l6 Kelurahan Drajat

bahwa Kotak Suara dari TPS yang diantarkan ke Kelurahan belum ‘DISEGEL’ dengan berdalih ada surat berita acara yang tertinggal di dalam kotak suara tersebut, maka dilakukan pembukaan di Kelurahan bersama Ketua KPPS yang lainnya namun hanya 2 (dua) TPS saja yang dinyatakan belum ‘DISEGEL’.

Baca Juga :

TNI AD Tidak Ada Niat Sedikitpun Untuk Pengaruhi Pilkada

Berikutnya di Kelurahan Kesambi Ketua KPPS melakukan tindakan ‘AROGANSI’ dengan kepada Ketua PPS di Kelurahan Kesambi untuk meminta membuka kotak Suara dengan berdalih yang sama yaitu adanya surat berita acara yang tertinggal di dalam kotak suara tersebut, namun yang dibuka bexjumlah 4 (empat) kotak suara di Kelumhan Kesambi.

Dani bersama tim gabungan Memohon kepada Aparat Penegak Hukum untuk memproses adanya dugaan ‘MONEY POLITIC” sebagaimana yang telah dilaporkan Panwaslu pada tanggal 26 Juni 20 I 8 pungkasnya. ( Lie )

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/tim-gabungan-paslon-oke-tuntut-ulang-pilkada-kota-cirebon/