Setelah Didemo Oleh Kalangan Santri Pemkot Cirebon Bentuk Tim Gabungan Tangani Kamtibmas

Radio Maritim ,Cirebon-buntut demo penusukan Santri Penghapal Al Qur’an Pemerintah Daerah Kota Cirebon mengusulkan pembentukan tim gabungan dalam menangani keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang mulai terganggu. Tim gabungan akan berpatroli secara periodik membantu kepolisian dan TNI menjaga wilayah Kota Cirebon.

Demikian diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH saat menghadiri Forum Aksi Solidaritas Santri Ciayumajakuning dalam acara hearing pimpinan sementara dan Anggota DPRD Kota Cirebon, Jumat (14/9).

Azis mengatakan perlu penanganan ekstrim atau terukur dan terarah dalam menangani keadaan sekarang.
“Penanganan ekstrim itu bukan dipukuli tapi lebih bersifat ke tindakaan pencegahan dan penindakan agar lebih keras. Patroli secara terus menerus akan menjadi solusi sehingga tidak ada aksi premanisme,” ungkap Azis.

Azis menambahkan tim gabungan berasal dari unsur keamanan (Polri/TNI), Pemkot Cirebon (pimpinan wilayah, Satpol PP, jajaran Kelurahan/Kecamatan) dan masyarakat (RW, tokoh pemuda/masyarakat). Tim gabungan akan bekerja secara total atau ekstrim dengan mengadakan patroli bersama. Masyarakat harus dilibatkan sehingga tanggungjawab keamanan dijaga bersama.

“Kalau dipercaya saya akan menjadi ketua tim gabungan tersebut. Mari kita persempit ruang gerak premanisme di Kota Cirebon. Terkait anggaran kami akan merumuskan sehingga dapat masuk dari APBD,” kata Azis.

Ruang kerja tim gabungan, lanjut Azis akan melakukan patroli dari tingkat RW hingga Kota Cirebon. Hal ini diharapkan menjadi efektif sehingga aksi premanisme dapat dicegah. Para preman tentunya diharapkan akan segan bila akan melakukan aksinya.

“Nanti penindakan tetap ada di ranah aparat hukum yakni Kepolisian. Jangan juga kita main bergerak tanpa ada aparat keamanan sehingga jadi ikutan aksi preman. Mari jaga Kota Cirebon kita wujudkan keamanan dan ketertiban wilayah yang kita cintai ini,” ujar Azis.

Perwakilan pimpinan DPRD Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah mengatakan tanggungjawab keamanan bukan hanya Polri dan Pemkot Cirebon tapi seluruh masyarakat ikut. Kepolisian sudah bekerja secara maksimal sehingga harus melibatkan semua pihak.

“Idealnya kita hidupkan lagi poskamling di masing-masing RW sehingga pencegahan dapat dilakukan. Tindakan tegas dan terukur harus dilakukan. Mari kita perang terhadap aksi premanisme,” kata Andru.

Ketua MUI Kota Cirebon, Drs KH Sholihin Uzair mengatakan polisi sudah bekerja secara maksimal dengan ditangkapnya para pelaku dengan cepat. Tapi harus dilakukan pencegahan sehingga pesantren dapat diberikan ilmu bela diri kepada santrinya.

“Wali Santri juga mengintruksikan agar santri jangan keluar malam sendirian. Terkait obat-obatan, MUI sudah mau mengadakan MOU dengan BNN,” kata Sholihin Uzair. (Lie)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/setelah-didemo-oleh-kalangan-santri-pemkot-cirebon-bentuk-tim-gabungan-tangani-kamtibmas/