Sar (51) Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur Menolak Semua Dakwaan JPU.

Radio Maritim Online,Cirebon-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumber Kabupaten Cirebon menggelar sidang ke tujuh dengan agenda materi pemeriksaan terdakwa , kasus pencabulan dibawah umur ini berlangsung diruang sidang Cakra Kamis 25/07 2019.
Terdakwa berinisial Sar (51) pegawai Pertamina telah didakwa mencabuli anak tirinya yang masih berusia 13 tahun.

Sidang dengan materi pemeriksaan terdakwa oleh hakim dilakukan secara tertutup .

Usai persidangan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Ida Fatmawati SH mengatakan, “Semua saksi dan bukti yang telah dihadirkan disidang sebelumnya sudah cukup bukti untuk menuntut Sar (51) ini dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara .

“Namun Sar dalam pemeriksaan di persidangan tadi menolak semua dakwaan yang dialamatkannya ” , ujar ida.

“Dalam kasus ini JPU akan berusaha maksimal agar Sar bisa dijerat dengan hukuman seadil adilnya,kata Ida.

Menurut Ida Sudah jelas Dalam “Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak” menyebutkan di “Pasal 76D: Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain“.

Dari pasal 76D tersebut dijelaskan bahwa pelaku pencabulan adalah orang yang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Sementara dalam “Pasal 76E: Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul”.ujarnya.

Wahyu Santoso SH Ketua Badan Cabang Cirebon Persatuan Advokasi Indonesia (Peradin) mengamati kasus pencabulan anak dibawah umur ini mengatakan ,”Hakim harus tegas dalam memberikan sangsi kasus pencabulan anak dibawah umur ini, apabila dipersidangan terdakwa terbukti bersalah hendaknya hakim menghukum terdakwa seberat beratnya,maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun penjara ,jangan sampai hukumanya dibawah minimal ujar wahyu,

Menurut Wahyu ,karena pencabulan anak dibawah usia efeknya akan menimbulkan trauma seumur hidup pada sikorban,dan bisa mengakibatkan hancurnya masa depan anak tersebut,sedangkan anak adalah tunas bangsa, generasi penerus bangsa ,apa jadinya kalau banyak anak di negara indonesia mengalami kejadian trauma pencabulan ,bisa hancur negara kita oleh para pelaku pencabulan yang telah merusak masa depannya,untuk itu hukum seberat beratnya agar bisa memberi efek jera pungkasnya. (Lie)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/sar-51-tersangka-pencabulan-anak-dibawah-umur-menolak-semua-dakwaan-jpu/