Perayaan Cap Go Meh wujud Persatuan dan Kesatuan Dalam Ke Bhinneka Tunggal Ika-an

Radio Maritim Online ,Kota Cirebon – Masyarakat tionghoa Kota Cirebon sedang bersuka ria untuk menyambut perayaan Cap Gomeh ,ribuan masyarakat juga tumpah ruah di Kawasan BAT Kota Cirebon, tepatnya di Vihara Dewi Welas Asih. Karena, di situ tengah diadakan kirab budaya dalam rangka perayaan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (19/2/2019). Tampak warna merah mendominasi Vihara yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Kirab Budaya Cap Go Meh ditandai dengan pelepasan Joli atau tandu yang membawa kimshin atau patung para dewa-dewi untuk diarak. Adapun rutenya dimulai dari Vihara Dewi Welas Asih – Jalan Pasuketan – Jalan Pekiringan – Jalan Prujakan – Jalan Sukalila Selatan – Jalan Karanggetas – Jalan Panjunan – Jalan Jagabayan – Jalan Winaon – Jalan Kanoman – Jalan Talang – Jalan Kebumen – Jalan Yos Sudarso – dan finish di Vihara Dewi Welas Asih. Total jarak yang ditempuh kirab budaya tersebut sekitar 4 km.

Kirab budaya Cap Go Meh tersebut diramaikan dengan 15 Joli, yang terdiri dari 6 Joli dari tuan rumah Vihara Dewi Welas Asih. Kemudian 9 Joli lainnya berasal dari Vihara atau klenteng yang ada di Wilayah 3 Cirebon. Selain itu, juga ada beberapa penampilan kebudayaan khas Tionghoa, seperti 6 Barongsai dan 3 Liong naga yang terdiri dari Sasana Singa Mas, Sasana Naga Mas, Sasana Naga Mustika, PBD Kelabang, Star Team.

Bahkan tidak hanya itu, kesenian khas Cirebon juga ditampilkan dalam kirab budaya tersebut. Seperti Kesenian Sanggar Sekar Pandan Keraton Kacirebonan, dan Barisan Prajurit dan Kereta Keratuan Singhapura. Kemudian, ada Marching Band AMC dan Barisan Merah Putih SPM Buana Bahari.

Menurut Pembina Umat Budha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Djunawi, perayaaan Cap Go Meh di Vihara Dewi Welas Asih ini selalu dilaksanakan tiap tahunnya. Bahkan, kegiatan ini sudah masuk dalam agenda pariwisata di Cirebon, guna menggaet banyak wisatawan agar datang ke Cirebon.

“Peserta Cap Go Meh ini bukan hanya dari wilayah Cirebon saja. Ada juga yang dari Jakarta, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lain-lain,” jelasnya, Selasa (19/2/2019).

Selain sebagai ajang promosi wisata, lanjutnya, perayaan Cap Go Meh ini juga sebagai pesta rakyat Kota Cirebon, dan juga sebagai wujud persatuan dan kesatuan dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an.

Romo menjelaskan, dalam kepercayaan etnis Tionghoa, perayaan Cap Go Meh ini juga dipercaya bisa mendatangkan keberkahan dan rezeki di tahun baru Imlek. Mereka berharap, di jalur-jalur yang dilalui oleh joli-joli tersebut akan bisa dilancarkan rezekinya, kesehatan, dan lain-lain.

“Karena jalur yang dilewati oleh Joli tersebut mayoritas kawasan Pecinan, maka masyarakat yang tinggal di situ bisa diberi keberkahan,” pungkasnya.(Lie)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/perayaan-cap-go-meh-wujud-persatuan-dan-kesatuan-dalam-ke-bhinneka-tunggal-ika-an/