Pelantikan Pengurus PEPADI Cirebon Untuk Budaya Wayang Kulit Dari Kevakuman.

Radio Maritim Online,Kota Cirebon – Dengan bertujuan menghidupkan kembali Budaya wayang kulit dan profesi dalang,Keraton Kacirebonan mengambil inisiatif untuk mengembrioi bersama dewan kesenian Kota cirebon mengadakan musyawarah daerah untuk melahirkan kembali PEPADI Kota Cirebon.

Pelantikan kepengurusan Pepadi Kota Cirebon dilaksnakan di Bangsal Prabayaksa Keraton Kacirebonan sabtu malam (23/02 2019)

Menurut Elang Tomi Iplaludin selaku tokoh budayawan Kota Cirebon “PEPADI adalah satu lembaga persatuan pedalangan indonesia,kita ketahui sejak tahun 2000 sampai 2019 Pepadinya mati suri,artinya tidak ada kepengurusan.
Didasari dengan keberanian kami utk melestarikan wayang kulit,untuk itu kami dari pihak Keraton berinisiatif menghidupkan kembali dunia pewayangan dan pedalangan khususnya Cirebon dan Jawa Barat pada umumnya.

“Setelah Vakum selama beberapa Tahun, dunia pewayangan Cirebon kembali mencoba bangkit dari tidur panjang dengan telah dilantiknya Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota dan Kabupaten Cirebon diharapkan mampu bangkit kembali seni budaya wayang kulit yang mulai tegerus diera digital ini ungkapnya.

Dijelaskan Elang Tomi ,bahwa Kepengurusan Persatuan Dalang Kota dan Kabupaten Cirebon Periode 2019-2024 di Bangsal Prabayaksa Keraton Kacirebonan Kota Cirebon dimana R. Iyan Arifudin. SH dilantik sebagai Ketua Pepadi Kota Cirebon dan Ki Sudarsono dilantik sebagai Ketua Pepadi Kabupaten Cirebon.

Elang Tomi selaku ketua Panitia pelaksana pelantikan Pepadi sekaligus Pembina Pepadi Kota Cirebon menuturkan, bahwa sejak tahun 2000 sampai dengan 2019 kepengurusan Pepadi di Kota Cirebon masih belum ada, atas dasar tersebut, demi melestarikan Budaya Pewayangan pihaknya beserta Keluarga Besar Keraton dan Dewan Kesenian Cirebon menginisiasi pembentukan Pepadi Kota dan Kabupaten Cirebon.

Tomy juga menambahkan, Tujuan dibentuknya Pepadi ini diharapkan bisa untuk menjalin kemitraan dengan beberapa pihak guna untuk menyampaikan kesan dan pesan ataupun petuah pendidikan adat dan juga budaya.

“Mudah-mudahan dengan dibentuknya Pepadi ini, Wayang Kulit bisa menjadi media Informasi dimasa yang akan datang dan berharap bisa masuk dikurikulum sekolah agar generasi milenial saati ini bisa belajar dan mengenal budaya kearifan lokal wayang kulit tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, R. Khaenudin yang juga selaku Pembina Pepadi Kabupaten Cirebon mengatakan, pihaknya sengaja melakukan prosesi pelantikan Pepadi di Keraton karena Keraton merupakan pusat budaya dan juga untuk membangkitkan sejarah, bahwa pertama Wayang Kulit itu digelar atas dasar Instruksi dari Sunan Gunung jati kepada Sunan Kalijaga untuk penyebaran agama Islam di Cirebon.

“Kita juga harus tahu sejarahnya, bahwa wayang pertama dilaksanakan pada 10 dzulhijah ya barangkali ada versi lain silahkan” tuturnya.

Khaenudin berharap, Pepadi Kota dan Kabupaten Cirebon bisa lebih maju dari Pepadi didaerah lainya, karena Cirebon merupakan gudangnya Seni dan Budaya jangan sampai kesenian Wayang ini tenggelam dan hilang oleh jaman.

“Saya dan keluarga Keraton menginginkan agar Wayang ini bukan hanya sekedar Tontonan, tetapi juga bisa menjadi Tuntunan dan juga mencoba melestarikan agar wayang ini tidak punah” tandasnya .

Hadir dalam pelantikan tersebut, Sultan Kacirebonan IX Pangeran Abdulgani Natadiningrat, SE., Anggota Komisi V DPR RI Dr. Yoseph Umarhadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Jaja Sulaeman, Ketua PEPADI Jawa Barat Dr. Caca Koswara, Dewan Kesenian dan tamu undangan lainnya. (Lie)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/pelantikan-pengurus-pepadi-cirebon-untuk-budaya-wayang-kulit-dari-kevakuman/