Keraton Kacirebonan Gelar Tradisi Rajaban

Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Keluarga Besar Keraton Kacirebonan menggelar tradisi Rajaban. Acara dipusatkan di Prabayaksa Keraton Kacirebonan Kota Cirebon, Rabu malam (3/4/19).

Kepala Unit Cagar Budaya Keraton Kacirebonan Elang Iyan Arifudin Dendabrata mengatakan, ada tradisi membaca kitab Jawa Pegon pada tradisi Rajaban yang dilakukan setiap satu tahun sekali itu. Menurut Elang inti kitab tersebut adalah menjelaskan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam kisah Isra Mi’raj, mulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso lanjut naik ke Sidratul Muntaha. Sebelum tiba ke langit ke-7 bertemu dengan Allah SWT, Nabi menemui para pendahulunya.

Dalam pandangan Elang, dari kisah perjalanan Nabi (Isra Miraj) terkandung sebuah pelajaran berharga bagi umat manusia, dan manusia dianjurkan untuk memperbanyak shillaturahmi.
Elang Iyan mengatakan dari peringatan atau tradisi Isra Mi’raj diharapkan, masyarakat yang hadir mendapatkan barokah dari pembacaan kitab pegon. Sebab, kitab pegon merupakan sebuah buku yang berisi tentang Rajaban.

Iyan mengatakan bahwa Kitab pegon yang biasa dibaca pada tradisi rajaban telah ada sejak 1 tahun sebelum Keraton Kacirebonan didirikan atau sekitar tahun 1809 an dan diterjemahkan ke dalam bahasa latin sekitar tahun 1970 an. Perubahan bahasa kitab itu tanpa merubah makna dan pengucapannya pun sama dengan bahasa Cirebon Kawi (dahulu).

“Secara penulisan sudah menggunakan bahasa latin dan ke depannya ini menjadi suatu PR buat kami di keluarga besar Keraton Kacirebonan untuk mentranslate ke dalam bahasa Indonesia.

Hadir dalam acara tradisi Rajaban,Kerajaan Lampung, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Surakarta, Sumedang Larang dan Warga se-Ciayuamjakuning serta dihadiri pula oleh Pj Kadisporabudpar Kota Cirebon dan Habaib Zaki dari Depok, Keluarga Besar Keraton Kacirebonan dan berbagai kalangan.(Yans)

 

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/keraton-kacirebonan-gelar-tradisi-rajaban/