Kemenpora Adakan Pelatihan Batik Di Ponpes Babakan Ciwaringin

Santri Ponpes Mualimin MualimatCiwaringin, Maritim Online – Batik memang telah lama diakui sebagai warisan budaya Indonesia. Corak batik yang khas banyak digunakan untuk pakaian dan busana. Namun batik kini merambah ke Pondok Pesantren Al Mualimin  Al mualimat pimpinan KH. Alzamzami Amin di Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon.

Dikatakan Ir. Sutrija Dengan Pelatihan Wirausahaan Santripreneur dengan tema “Menguatkan Potensi Tradisional” yang di prakarsai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melaunching pelatihan Wirausahaan santripreneur untuk menghasilkan pembatik dari pesantren baik santri dan santriwati dengan karya-karya batik motif bernilai untuk dipromosikan dikalangan konsumen masyarakat dan pejabat seperti motif olahraga, Sabtu (01/12/2018).

Ditambahkan Ir. Sutrija, dalam kalangan pesantren diharapkan adanya pembekalan ilmu pengetahuan dan skil membatik untuk masa depannya kelak saat santri bisa membatik dalam upaya penguatan batik milik bendera merah putih bukan milik negara tetangga yang bisa saja di klaim kalau regenerasi kita tidak bisa membatik. ” Santri harus sadar, sadar utk melakukan wirausaha, sadar untuk usaha mandiri.” tandas Ir.  Sutrija.

Baca Juga : 

Cak Nanto : Netralitas Menjadi Modal Utama Untuk Membesarkan Pemuda Muhammadiyah

Mukarto Siswoyo : Gubernur Inginkan Kampus Sebagai Pusat Segala Keunggulan dan Inovasi

 

Kemas Ilham Akbar Beri Bantuan Trauma Healing Anak-Anak Korban Gempa Palu

Selain itu, lanjut Sutrija. Adanya pelatihan membatik di pondok pesantren merupakan wujud Kemenpora sebagai realisasi kepada regenerasi muda di lingkungan pesantren dan bekal ilmu bagi santri dan pimpinan pondok pesantren. Bahwa selepas santri dan santriwati dari ponpes sudah memiliki skill untuk kembangkan usaha. “Umat islam harus lebih maju, karena pesantren sebagai benteng islam terakhir di Indonesia.” tegas Ir. Sutrija.

Pada saat yang sama pimpinan Ponpes KH. Alzamzami Amiin menegaskan, Penguatan pelatihan usaha membatik dipesantren harus lebih maju dan kuat agar kemajuan islam didunia internasional dikuatkan dengan para santrinya bisa membatik. Kuatnya ekonomi di pesantren maka kuat pula UKM dalam dunia usaha dengan digiatkan santri membatik. “Hukumnya wajib santri untuk membatik, wajib dalam menuntut ilmu membuat batik. Tegas KH.Al Zamzami Amiin, dalam sambutan launching Pelatihan batik di Ponpes Mualimin Mualimat. (Tatang G)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/kemenpora-adakan-pelatihan-batik-di-ponpes-babakan-ciwaringin/