Ibu Korban Pencabulan Anak di Bawah Umur Histeris Dan Pingsan Setelah Melewati Sidang Ke 6.

Ibu korban yang histeris dan pingsan di sidang pengadilan kasus pencabulan

Radio Maritim Online ,Cirebon-Sidang tertutup ke 6 di PN Sumber kasus pencabulan Yang dilakukan pegawai Pertamina (BUMN) J (51) pada anak dibawah umur diwarnai insiden keributan, dan akibatkan pingsannya ibu korban,usai sidang ke 6 V (35) ibu korban menghampiri keluarga pelaku pencabulan dan menumpahkan segala kekecewaanya , V merasa kecewa setelah mendengar informasi dari sumber yang sangat dipercaya kalau kasus yang menimpa anaknya akan dikalahkan dipengadilan.

Menurut V ,”ia mendengar informasi kalau pelaku sepertinya akan bebas dari jerat hukuman ,informasi ini ia dengar dari mantan suaminya yaitu bapak dari korban ujarnya kepada radio maritim.com kamis 18/07 2019 di PN Sumber.

“Saya ini saksi kunci yang melihat langsung perbuatan bejad suaminya pada anak kandungnya hasil dari pernikahan suaminya terdahulu dengan S (37) yang saat ini masih menjadi anggota Polri ujarnya.

“Saya kecewa kepada hakim ,karena banyak pernyataan saya yang ditolak ketika saya bersaksi , pengacara pelaku juga keberatan atas kesaksian saya dibawah sumpah,dan anehnya hakim menyetujuinya”,bahkan jaksa penuntut umumpun tidak bisa berbuat apa apa dengan penolakan hakim ujar V.

Sementara S mantan suami V juga sangat kecewa dengan hasil dari perjalanan sidang yang menimpa anak kandungnya ini.

“sekarang saksi kunci seperti mantan istri saya yang melihat kejadian langsung anehnya ketika bersakasi tidak dibawah sumpah oleh hakim yang menyidangkan kasus anaknya,bahkan mantan istri saya kesaksiannya banyak yang di bantah oleh pengacara dan hakim setuju dengan keberatan pengacara terdakawa” ujarnya.

Logikanya kata S,orang bersaksi dipengadialn agar kesaksiannya tidak palsu ya harus disumpah dan bisa dipertanggung jawabkan secara hukum,nah ini tidak disumpah ,sama saja kesaksian dari istri saya tidak ada ujar S kecewa.

Tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur

Kasus pencabulan pada anak dibawah umur yang dilakukan J (51) ,sebelumnya telah dilansir radar.com.
Sebelumnya J (51) menjalani proses hukum. Pria eks pegawai salah satu BUMN itu diadili karena mencabuli gadis berumur 13 tahun yang merupakan anak tirinya, kasusnya masuk sidang ke-5 di Pengadilan Negeri (PN) Sumber Kamis 4/7 dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dokter dan psikolog.

S (37), ayah atau orang tua kandung korban, sejauh ini selalu memantau jalannya persidangan. Ia ingin pelaku divonis seberat-beratnya. “Sebelum ditangkap, dia (pelaku, red) itu pegawai (menyebut salah satu BUMN, red). Saya akan kawal terus proses ini di pengadilan,” tegas S kepada Radar Cirebon saat berada di PN Sumber, Kamis (4/7).

S menceritakan, pencabulan itu terjadi ketika anaknya yang biasa tinggal bersamanya di Subang, lalu liburan ke Cirebon dan tinggal bersama ibu kandungnya serta ayah tirinya itu. Liburan berakhir bencana tersebut terjadi pada Juni 2018 lalu di rumah keluarga di salah satu kompleks perumahan di wilayah Kedawung, Kabupaten Cirebon. “Anak saya pengen berlibur ke ibunya (mantan istri S) yang ada di Cirebon. Jadi saya izinkan. Sampai dua minggu tinggal dengan ibunya,” ujar S.

Tak disangka, peristiwa itu terjadi. Pelaku melakukan aksi cabul sebanyak dua kali. Pertama, saat korban baru saja mandi. Saat keluar kamar mandi, ternyata berpapasan dengan ayah tirinya itu. Di situlah pelaku langsung menarik tangan korban dan menyuruh memegang alat vital. Sontak korban ketakutan dan mencoba untuk menolak.

Namun, pelaku malah mengancam korban dengan nada yang cukup serius. “Pelaku mengancam anak saya. Katanya kalau tidak melakukan, mamanya akan dibunuh. Jadi ya ketakutan,” cerita S. Hanya selang beberapa hari kemudian, aksi bejat ayah tiri itu berlanjut saat korban sedang tertidur. Pelaku memegang beberapa bagian tubuh korban.

Nah, aksi keduanya ini akhirnya diketahui ibu kandung korban yang berinisial V (35). Kedua pasangan suami istri itu langsung bertengkar hebat. “Keterangan anak, malam saat tidur, pelaku melakukan perbuatan bejat itu. Di situ, ibunya melihat. Jadi mereka langsung berantem hebat. Saat anak saya pulang ke Subang, baru dia cerita ke saya,” terang S.

Mendengar cerita anaknya, S langsung menghubungi mantan istrinya. Mereka pun kemudian berunding dan melaporkan kejadian itu ke polisi. Termasuk melakukan visum di RSD Gunung Jati. Ketika kasus ini dilaporkan, pelaku diketahui berpindah tugas ke Palembang, Sumatera Selatan.

“Laporan itu pada bulan Agustus 2018, kemudian langsung visum dan hasilnya ada kerusakan. Usai kejadian, saya juga bawa ke psikolog. Anak saya mengalami trauma dan ada bukti hasilnya akan kami ajukan ke pengadilan sebagai barang bukti supaya lebih kuat,” tandas S.

S mengatakan pelaku memang sempat pindah tugas ke Palembang. Beruntung polisi bergerak dan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga pelaku akhirnya berhasil diamankan. “Pelaku ditangkap pada Januari 2019 lalu oleh Satreskrim Polres Cirebon Kota. Kami sangat berharap pada hakim untuk memberikan keadilan bagi anak saya, berharap pelaku dihukum seberat-beratnya,” pungkas S. (Lie)

Tautan permanen menuju artikel ini: http://radiomaritim.com/ibu-korban-pencabulan-anak-di-bawah-umur-histeris-dan-pingsan-setelah-melewati-sidang-ke-6/